Cinta lalu benci
Panas lalu dingin
Marah lalu senang
Penuh kebencian lalu mengerti"
islamicthinking:#Subhannallah what a beautiful thought!
(Source: roadtojannah-1, via annisahnovi)
- Liat bintang disana ngga? Indah kayak mata kamu :3#GombalFYM #Astronomi
- Kerja saraf itu cepat banget yah? Secepat aku jatuh cinta sama kamu #GombalFYM #Kedokteran
- Wajahmu terekam di mataku dengan menggunakan lensa fix & 24 frame/second. Indah dan bersinar! CUT! #gombalFYM …
(Source: fuckyeahmahasiswa, via inashortstories)
Sedikit lupa-lupa ingat kalo hari ini 3 maret 2012. Itu artinya, ini hari tepat setahun kalian.
*clearing throat
HAPPY 1st ANNIVERSARY ! :)
Buat yang cewek, sering-sering bawain bekal buat dia ya..biar nggak ikutan keceng kayak kucing jalanan.
Buat ‘kamu’, sering-sering ngapelin ke kelasnya. Biar dia nggak usah jauh-jauh ke kelas kita. Oke?
—Untuk seseorang yang sedang kutunggu dan seorang lainnya—
Sebuah ucapan dengan seulas senyum yang dipaksakan
:)
sajak umum yang sering kita dengar, dibalik pertemuan ada perpisahan. Mau tidak mau harus begitu.
Sekarang semua akan jadi nyata, berat hati tentunya. Tapi sadar bahwa masa SMA akan segera berakhir adalah sebuah 90% kesedihan, dan 10% kesenangan. Bagiku. Entah bagimu.
Kesedihan adalah sebuah…
Kyou wa, Landry-san no tanjoubi desu.
Udah jauh-jauh hari anak-anak—terutama yang cewek-cewek—pada ribet mau ngasih kejutan buat dia. Kenapa yang ribet para cewek? Ya, jawabannya adalah karena Landry merupakan remaja putra yang keputri-putrian.
Ide pembuatan kejutan itu didapat waktu anak-anak menemukan laptopnya Landry dalam keadaan terbuka dan nggak ada yang jaga. Tiba-tiba aja, salah seorang dari kami ingat foto-foto jaman alay-nya yang pernah kami lihat tempo hari. Awalnya, kami cuma niat iseng-iseng ngecengin tuh foto-foto. Berhubung foto-foto itu semakin dilihat semakin bikin kepingkel-pingkel, dan lagi, Landry ada di kelas—sibuk main PES—akhirnya, kami berinisiatif buat ngopy file itu.
Berawal dari situ, kami dapat ide buat bikinin video kompilasi foto-foto itu pas hari ulang tahunnya. Ih, sumpil, itu anak kayaknya spesial banget ya? Padahal biasanya anak-anak yang lain cuma dapat kue tart.
Sampai hari-H pun tiba…
Kami nggak ada yang sempat bikin video. Akhirnya, pas jam istirahat Mite dkk mulai bikin. Nah, pas jam fisika kan ada presentasi. Kebetulan fisika itu jam terakhir dan yang maju buat presentasi terakhir itu kelompoknya Andre. Berhubung file video itu ada di laptop yang dipake Andre, nama file-nya disamarkan jadi “Video Jembatan Ponton” biar nggak bikin curiga.
Di sesi terakhir presentasi, Andre pura-pura mau nayangkan video yang berkaitan sama bab fluida. Dia masih nggak ngegubris -____- Baru waktu ditayangkan…
VOILA !
Foto-fotonya nggak nahan, sumpah ! Pose-nya sok iyes ditambah rambut belah tengah yang bikin mukanya persis kayak Alam. Itu tuh, yang nyanyi lagu Mbah Dukun -___- Malah ada yang bilang kalo dia mirip tukang ojek. Chabalz eawwh :p
Begitu “presentasi” selesai kami semua salaman sama dia. Disaat kayak gini, garis batas antara salaman selamat ulang tahun sama salaman minta maaf mulai samar. Ya, semacam gabungan keduanya gitu.
Gomen ne :D
Walaupun rasanya manis asem asin, we wud say OTANJOUBI OMODETOU LAUNDRY (eh, salah ding) LANDRY-SAN ! Hav a prosperous year ! :D
(via inashortstories)
Hey, I’ll meet you someday :) Wait me, ya…Now, I’m still lookin’ for a scholarship. Monbukagakusho ! Wish me luck yea :D
Tadi aku ketemu dia lagi, setelah sekian—emm, tunggu sebentar, biar aku hitung—mungkin sekitar tiga bulan aku tak melihatnya. Mungkin dia sibuk. Ya, aku tahu itu. Aku senang bisa melihatnya lagi. Setidaknya ia tidak berubah—sama sekali. Potongan rambutnya, gaya berpakaian dan segalanya. Tiga bulan memang tidak lama.
Aku sedikit terkejut saat mendapatinya berdiri di depan sekola. Aku juga tidak tahu apa yang sedang dan akan ia lakukan disana. Aku hanya melambaikan tangan tanpa meneriakkan namanya. Aku senang, tentu saja. Saking senangnya aku harus menahan diri untuk tidak menghambur ke arahnya. Dia menyapaku dan aku berhenti sejenak. Kami mengobrol seperti biasa—maksudku dulu sebelum aku menjauh.
Aneh. Kami mengobrol tanpa keki. Tanpa canggung. Bahkan kami sempat tertawa. Aku merasa ada yang berubah dariku. Ya, aku merasa tak perlu lagi menghindar darinya.
Aku senang bisa melihatnya tersenyum kembali. Dia motivator terhebat yang aku punya. Dia…baik. Aku mengakuinya, sekarang.
Sayangnya, aku tak bisa berlama-lama disana. Aku harus pulang karena sebentar lagi hujan akan turun. Aku hanya minta doa agar aku bisa lulus dan kuliah di tempat yang aku inginkan. Dia setuju.
Yang membuatku terkejut adalah saat dia memintaku “kembali”. Ya, KEMBALI dalam arti itu. Aku meminta maaf. Aku mengatakan bahwa saat ini aku sedang menunggu seseorang. Dia tahu siapa orang yang aku maksud. Ia mengangguk, mengerti. Ia mengerti bahwa aku sudah menunggu orang itu sejak lama—sejak tujuh tahun yang lalu.
Hai orang yang sedang kutunggu, kau tahu? Aku menolak orang yang baik hati demi kamu.